MEMIKIRKAN ULANG APLIKASI PENGINJILAN PRIBADI PADA MASA NEW NORMAL

Authors

  • Edwin Gandaputra STT Iman Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.56194/spr.v1i1.4

Keywords:

Amanat Agung, Penginjilan Pribadi, New Normal, Pergilah

Abstract

The Great Commission of The Lord Jesus in the gospel of Matthew is an important part of the misnistry of every person who follows Christ specifically for personal evangelism. The autor conducted research at four theological seminary, both S1 and S2. The Research results of all students (100%) agree with the importance of carrying out the mandate of the Lord Jesus through personal evangelism. The fact that all students pay attention to is 5% of students running is a personal evangelism (we call PI Pribadi) with inconsistencies. The Lord Jesus did not give The Great Commission contains coercion to His followers to go out to preach the Gospel of God. Jesus is King. But the Lord Jesus did not give orders as King to His followers to go preach the gospel of God. Praying in evangelism is not coercion or obligation, but God’s involvement as the subject of the evangelist who give opportunity to be involved in evangelism. The word ‘go away’ has no command meaning. The writer is interested is describing rethingking about the word ‘go away’ not in understanding the command. Matthew explained in Matthew 18:16-20 give a new nuance that is the basic of a rethinking of the great commission and applies it in personal evangelism. Telling the gospel or good news to many people is not by coercion or obligation. A disciple of Christ telling the good news not by force or obligation, but with joy at being involved in the work of Christ, the Messiah.

Amanat Agung Tuhan Yesus dalam Injil Matius merupakan bagian penting dalam pelayanan setiap orang pengikut Kristus khususnya penginjilan pribadi. Matius memaparkan kristologi dan komunitas kerajaan surga yaitu gereja yang didirikan Tuhan Yesus sebagai penggenapan janji-janji Allah. Penulis melakukan penelitian pada empat Sekolah Tinggi Teologi baik mahasiswa S1 maupun S2. Hasil penelitian dari seluruh mahasiswa (100%) setuju dengan pentingnya menjalankan Amanat Tuhan Yesus melalui penginjilan pribadi, tapi hanya 5% yang menjalankan penginjilan pribadi. Kenyataan yang memprihatikan adalah 5% mahasiswa menjalankan PI pribadi dengan inkonsistensi. Tidak dapat dipungkiri bahwa kata kerja dalam bentuk perintah memiliki makna kewajiban yang mengandung paksaan. Yesus adalah Raja. Tapi Tuhan Yesus tidak memberikan perintah sebagai Raja kepada pengikut-Nya untuk pergi memberitakan Injil Tuhan. Berdoa dalam penginjilan bukan keterpaksaan atau kewajiban, tapi keteribatan Allah sebagai subyek pemberitaan Injil yang memberi kesempatan untuk keterlibat dan pengikut Kristus dalam penginjilan. Kata ‘pergilah’ tidak memiliki makna perintah. Paparan pemahaman kristologi dalam Matius 28:16-20, kita mendapat nuansa baru yang menjadi dasar dari pemikiran ulang bagi Amanat Agung dan aplikasikan dalam penginjilan pribadi. Sehingga pengikut Kristus menjalankan Amanat Agung dengan sukacita sebagai ucapan syukur atas anugerah yang Tuhan Yesus berikan. Seorang murid Kristus memberikan kabar baik bukan dengan paksaan atau kewajiban, tapi sukacita karena dilibatkan dalam pekerjaan Kristus, Sang Mesias.

References

Arthur, W. Pink. The Soverignty of God. Surabaya: Momentum, 2013.

Darmawan, I Putu Ayub. “Jadikanlah Murid: Tugas Pemuridan Gereja Menurut Matius 28:18-20.” Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 3, no. 2 (2019): 144.

Dwiraharjo, Susanto. “Kajian Eksegetikal Amanat Agung Menurut Matius 28?: 18-20.” Jurnal Teologi Gracia Deo 1, no. 2 (2019): 56–73. http://sttbaptisjkt.ac.id/e-journal/index.php/graciadeo.

———. “Konstruksi Teologis Gereja Digital: Sebuah Refleksi Biblis Ibadah Online Di Masa Pandemi Covid-19.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 4, no. 1 (2020): 1.

Gandaputra, Edwin. “Tinjauan Ulang Penginjilan Pribadi Dalam Kerangka Amanat Agung Tuhan Yesus Melalui Eksposisi Matius 28:19-20.” Jurnal STT Iman Efata 5 (2019).

Gerald, Bray. Allah Adalah Kasih. Surabaya: Momentum, 2020.

Gordon, D. Fee. Eksegesis Perjanjian Baru. 3rd ed. Malang: Literatur SAAT, 2011.

Heath, Stanley W. Penginjilan Dan Pelayanan Pribadi. Surabaya: Yakin, n.d.

Henry, Matthew. Injil Matius 15-28. Surabaya: Momentum, 2008.

Machoswski, Marty. Kisah Penggenapan Janji-Allah Perjanjian Baru. Surabaya: Momentum, 2018.

Maryono, Petrus. Gramatika & Sintaksis-Bahasa Yunani Perjanjian Baru. Yogyakarta: STTII, 2016.

Moris, Leon. Teologi Perjanjian Baru. Malang: Gandum Mas, 2013.

Osborne, Grant R. Spiral Hermeneutika-Pengantar Komphrehensif Bagi Penafsiran Alkitab. Surabaya: Momentum, 2012.

Pasasa, Adrianus. “Pemanfaatan Media Internet Sebagai Media Pemberitaan Injil.” Jurnal Simpson II (2015): 71–98.

Presiden Republik Indonesia. “Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019/COVID-19,” 2020.

Siahaan, Harls Evan R. “Aktualisasi Pelayanan Karunia Di Era Digital.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 1, no. 1 (2017): 23.

Tenibemas, Purnawan. “ANDIL KITA DALAM MISI MASA KINI.” Pengarah: Jurnal Teologi Kristen 1 (2019): 14.

Weham, J.W. The Elements of New Testament Greek. Britain: The University Printing House Cambridge, 1970.

Downloads

Published

2021-06-05

How to Cite

Gandaputra, E. (2021). MEMIKIRKAN ULANG APLIKASI PENGINJILAN PRIBADI PADA MASA NEW NORMAL. SAINT PAUL’S REVIEW, 1(1), 29–45. https://doi.org/10.56194/spr.v1i1.4

Issue

Section

Articles